Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Barito Selatan Sambangi SMAN 1 Buntok, Ajak Pemilih Pemula Jadi Pengawas Partisipatif Demokrasi

Foto bersama kegiatan konsolidasi demokrasi dan pengawasan partisipatif di SMAN 1 Buntok. Rabu (29/07/2026)

Foto bersama kegiatan konsolidasi demokrasi dan pengawasan partisipatif di SMAN 1 Buntok. Rabu (29/07/2026)

BUNTOK – Bawaslu Kabupaten Barito Selatan menggelar kegiatan konsolidasi demokrasi dan pengawasan partisipatif di SMAN 1 Buntok. Kegiatan konsolidasi demokrasi sekaligus pemaparan materi demokrasi diikuti oleh puluhan siswa kelas XI beserta jajaran dewan guru. Rabu (29/07/2026) di Aula Sekolah SMAN 1 Buntok.

Hadir langsung memimpin kegiatan konsolidasi demokrasi, Anggota Bawaslu Kabupaten Barito Selatan, Su’aib, menyampaikan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengawal jalannya pesta demokrasi. Dihadapan para siswa, menegaskan bahwa pelajar yang memasuki usia 17 tahun memiliki hak pilih sah yang dilindungi oleh undang-undang.

"Hak pilih adalah hak konstitusional masyarakat. Menghalangi atau menghilangkan hak pilih seseorang secara sengaja merupakan tindak pidana Pemilu. Karena itu, kami mengimbau siswa yang telah berusia 17 tahun untuk aktif memastikan dirinya terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)," ujar su’aib dalam paparannya.

Selain itu, Su’aib, menggarisbawahi tantangan keterbatasan personel pengawas di lapangan. Untuk mengawasi jalannya proses Pemilu hingga ke tingkat TPS, Bawaslu mengajak kalangan pelajar dan generasi muda untuk mengambil peran sebagai Pengawas Partisipatif. Pelajar diharapkan berani memantau, bersikap kritis terhadap rekam jejak calon wakil rakyat, serta melaporkan dugaan pelanggaran termasuk praktik politik uang melalui kanal resmi maupun media sosial Bawaslu.

"Politik uang sangat berbahaya karena dapat merusak integritas kepemimpinan dan kebijakan publik. Generasi terpelajar harus menjadi benteng utama dalam menolak praktik tersebut demi masa depan daerah dan bangsa," tambahnya.

Sebagai langkah konkret pembinaan demokrasi di lingkungan pendidikan, Bawaslu Kabupaten Barito Selatan juga merencanakan pembentukan satuan karya pramuka (Saka Adhyasta) di tingkat sekolah dan kampus untuk melatih kader-kader pengawas partisipatif.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Buntok, Miftakhul Huda,  menyambut hangat kedatangan tim Bawaslu Kabupaten Barito Selatan. Pihak sekolah mengapresiasi edukasi politik yang diberikan, seraya berpesan kepada para siswa agar membangun integritas sejak dini.

"Pendidikan demokrasi ini sangat penting. Masa depan bangsa ada di tangan anak-anak sekalian. Mulailah dari diri sendiri dengan menolak hal-hal yang melanggar aturan dan menggunakan hak pilih secara bijak serta bertanggung jawab," ungkap Miftakhul Huda Kepala Sekolah SMAN 1 Buntok.

Kegiatan konsolidasi demokrasi dan pengawasan partisipatif tersebut ditutup dengan ajakan diskusi terbuka serta sesi foto bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Barito Selatan, jajaran guru, dan siswa SMAN 1 Buntok.