Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Barito Selatan Gelar Rakor Penguatan Kearsipan, Dorong Tertib Administrasi dan Penerapan Aplikasi SRIKANDI.

Bawaslu Barito Selatan Gelar Rakor Penguatan Kearsipan, Dorong Tertib Administrasi dan Penerapan Aplikasi SRIKANDI.

Foto Kegiatan Penguatan Tata Kelola Ketatausahaan dan Kearsipan dalam Mendukung Tertib Administrasi di Lingkungan Bawaslu Kabupaten Barito Selatan, Rabu, (29/09/2026)

BUNTOK – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Barito Selatan menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Ketatausahaan dan Kearsipan. Kegiatan rutin ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Bawaslu Barito Selatan dalam meningkatkan tata kelola kearsipan lembaga, baik secara konvensional maupun digital. 

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Barito Selatan, Suwarsono, menegaskan pentingnya pembenahan administrasi bagi kelembagaan yang relatif baru. 

"Sebagai Satuan Kerja (Satker) yang relatif baru, Bawaslu Kabupaten Barito Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola kearsipan, baik pengelolaan surat masuk, surat keluar, pemeliharaan, hingga prosedur pemusnahan arsip," ujar Suwarsono.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Barito Selatan, Milla Erawati, menekankan bahwa rakor ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta kesiapan digitalisasi kearsipan.

"Setiap staf telah memiliki akun masing-masing dan penandatanganan dokumen dilakukan menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE). Kami mengimbau kepada seluruh staf agar memanfaatkan momentum ini untuk mempelajari tata kelola kearsipan secara seksama, mengingat pentingnya kearsipan baik bagi kepentingan individu pegawai maupun akuntabilitas lembaga," jelas Milla.

Rakor ini menghadirkan Tim Narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Barito Selatan, yakni Oktavia Budiati, dan Yeni Maficasari, 

Dalam pemaparannya, Oktavia Budiati mengingatkan pentingnya standar penyimpanan fisik dokumen dan penyesuaian tata naskah dinas terbaru. "Penggunaan ordner tidak direkomendasikan karena proses melubangi dokumen dan penggunaan steples dapat merusak fisik arsip," paparnya.

Sementara itu, Yeni Maficasari memaparkan terkait tata kelola kearsipan berbasis elektronik dan pemanfaatan sistem integrasi nasional. 

"Penggunaan aplikasi SRIKANDI di tingkat Pemerintah Daerah saat ini telah mencapai sekitar 70% Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," ungkap Yeni. 

Ia juga mengutip filosofi pentingnya dokumen negara, Pemerintah tanpa Arsip ibarat tentara tanpa senjata, dokter tanpa obat, petani tanpa benih, tukang tanpa alat. Arsip merupakan saksi bisu, tak terpisahkan, handal dan abadi, yang memberikan kesaksian terhadap keberhasilan, kegagalan, pertumbuhan, dan kejayaan bangsa.

Rangkaian kegiatan rakor resmi ditutup oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Barito Selatan, Rahmat Fauzhan Azhami, S.Th.I., yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh narasumber dan peserta. "Kami mengucapkan terima kasih kepada para narasumber atas materi dan bimbingan yang diberikan," tutup Rahmat Fauzhan Azhami sembari menutup acara secara resmi.

zxzxzx